Cybercrime

Dunia zaman sekarang dapat dikatakan terbagi menjadi dua bagian, dunia nyata dan dunia internet atau sering disebut dengan dunia maya. Keduanya memiliki penduduk dan kehidupannya sendiri yang dapat saling mempengaruhi dua dunia, apabila di dunia nyata kita dapat saling berinteraksi di dunia internet pun kita dapat berinteraksi dengan cara seperti telepon, video call, ataupun menggunakan aplikasi chatting. Aktivitas lainnya seperti berdagang pun dapat dilakukan di dunia nyata dan dunia internet, dengan transaksi digital dalam dunia internet, namun mewakili uang nyata. Kedua dunia ini saling berinteraksi satu sama lain, sehingga tak hanya aspek baiknya, namun aspek buruknya juga dapat saling berkaitan, yaitu kejahatan.

Cryber-Crime

Kejahatan Siber atau Cybercrime singkatnya adalah kejahatan yang terjadi di dunia digital, atau segala hal yang berkaitan dengan penyalahgunaan teknologi informasi. Akses yang tak terbatas, pengguna yang tak tampak wajahnya, identitas ganda untuk satu pengguna, memungkinkan terciptanya banyak celah untuk berbuat kejahatan, demi sebuah informasi. Informasi yang dimaksud dapat berupa identitas pengguna lainnya, jumlah uang, lalu lintas data dan masih banyak lagi.

Cybercrime sendiri ada banyak bentuknya, antara lain :

  1. Penggelapan, pemalsuan pemberian informasi melalui komputer yang merugikan pihak lain dan menguntungkan diri sendiri.
  2. Hacking, adalah melakukan akses terhadap sistem komputer tanpa izin atau dengan malwan hukum sehingga dapat menebus sistem pengamanan komputer yang dapat mengancam berbagai kepentingan.
  3. Perbuatan pidana perusakan sistem komputer (baik merusak data atau menghapus kode-kode yang menimbulka kerusakan dan kerugian). Perbuatan pidana ini juga dapat berupa penambahan atau perubahan program, informasi, dan media.
  4. Pembajakan yang berkaitan dengan hak milik intelektual, hak cipta, dan hak paten
  5. Pencurian password, peniruan atau pemalsuan akun.
  6. Penyadapan terhdapa jalur komunikasi sehingga memungkinkan bocornya rahasia perusahaan atau instansi tertentu.
  7. Penyusupan sistem komputer
  8. Membanjiri network dengan trafik sehingga menyebabkan crash
  9. Perusakan situs
  10. Spamming alias pengiriman pesan yang tidak dikehendaki ke banyak alamat email
  11. Penyebaran virus dan worm.

Masih ada banyak lagi bentuk –  bentuk cybercrime, di Indonesia sendiri memiliki hukum sendiri akan pandangannya terhadap cybercrime, pornografi, perjudian online adalah termasuk cybercrime di Indonesia, sehingga aturannya dituangkan dalam UU ITE yang sampai sekarang masih terus diperbaharui. Indonesia sendiri masih sangat rentan akan cybercrime, penyebabnya secara garis besar adalah :

  1. Kesalahan di tingkat infrastruktur jaringan yang kebanyakan merupakan kesalahan konfigurasi perangkat pendukung jaringan komputer.
  2. Sistem dan aplikasi itu sendiri yang biasanya tereksploitasi oleh individu maupun komunitas tertentu.
  3. Kelemahan dari para pengguna sistem atau aplikasi tersebut seperti lupa untuk logout, jarang mengganti password dan password yang mudah untuk ditebak.

Kecerdasan dari pengguna, penyedia layanan teknologi informasi, dan pemerintah sangat dibutuhkan guna mengurangi dan pada akhirnya menghilangkan praktek cybercrime.

 

sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_siber

http://www.rmol.co/read/2015/04/10/198701/Inilah-Tiga-Penyebab-Kejahatan-Cyber-di-Dunia-Internet-

https://fbiretired.com/wp-content/uploads/2014/03/Cryber-Crime.jpg

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s