Untuk Makan Nenek Ikut Dijual

http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/video.php?file_video=barang-bks.flv

Cukup ektrim memang judul dari pos ini sampai menjual nenek segala untuk makan?? Namun inilah yang memang terjadi pada diri Gilang pemuda umur 20 tahun dengan titel pengangguran yang melekat pada dirinya. Link di atas menceritakan kehidupan pemuda ini dalam film pendek. Gilang yang sejak kecil sudah tinggal dengan neneknya karena telah ditinggal oleh kedua oarang tuanya, berkembang menjadi anak yang tidak hormat kepada neneknya, pemalas, dan hanya ingin hasil yang instan bahkan untuk makan sekalipun. Sampai dia harus merampok dari anak SMP untuk sebatang rokok, dan akhirnya dia melihat sebuah tempat penjualan barang rongsok, dan spontan dia punya ide untuk menjual segala kepunyaan neneknya untuk di jual dan uangnya akan dipakai makan untuk hari itu, dan karena neneknya bersikeras menahan semua barang kepunyaannya dijual, akhirnya sang cucu Gilang mengangkut neneknya dalam gerobak rongsok untuk ikut dijual.

Walaupun ceritanya cenderung seperti belum selesai, namun cukup banyak memberi kita pelajaran. AKTUALISASI DIRI atau lebih dikenal dengan penemuan jati diri, berarti adalah suatu fase dimana manusia sudah bisa menemukan apa tujuan hidupnya bagaimana cara mencapainya dan mengapa dia memilih semua pilihan tersebut di antara banyak pilihan yang ada. Bila dilihat dari mata orang lain maka aktualisasi diri terlihat dari hasil, yaitu apa yang sudah dilakukan orang itu sudah baik atau belum, bila sudah baik maka akan tercetak penilaian aktualisasi diri orang itu sudah bagus atau berhasil, sebaliknya bila hasilnya jelek maka orang itu dianggap gagal. Penilaian inilah yang terkadang menjadi tekanan bagi seseorang dalam pengembangan dirinya. Bisa saja untuk mendapat hasil yang diinginkan menjadi menghalalkan segala cara, atau karena cap yang sudah jelek dia menjadi masa bodoh dengan orang lain. Hal ini terjadi pada Gilang dalam film pendek itu, tiadanya perhatian ataupun contoh yang baik dari orang tua hanya penilaian yang semakin negatif dari neneknya bisa menekan keinginannya untuk berbuat lebih, sehingga yang terlintas dalam pikirannya hanyalah isi perut lain hari ya lain hari, tidak ada perencanaan yang terstruktur bahkan hanya untuk 1 hari dalam hidupnya.

Karena itu para penonton dan para pembaca pastinya tidak mau menjadi Gilang tokoh dalam film itu yang demi sesuap nasi bukannya bekerja malah menjual barang-barang rongsok. Jadi sebaiknya mulailah rencanakan hidup anda dengan baik mulai dari yang sederhana namun positif dan dilakukan berulang karena dari situ akan muncul karakter yang positif yang akan mempermudah jalan anda dalam menyusun rencana yang lebih besar dan lebih baik lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s