Membeli Waktu

http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/video.php?file_video=4-membeli-waktu.flv

Kembali lagi dengan video yang berbeda namun masih dengan tema yang sama yaitu AKTUALISASI DIRI, dalam link video di atas bercerita tentang seorang anak yang merindukan sosok sang ayah, walaupun dia masih bisa melihat dan berbicara dengan sang ayah dia sangat rindu dengan ayahnya tersebut. Hal ini terjadi karena sang ayah yang begitu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tak ada waktu untuk mengucapkan selamat pagi apalagi bermain. Ibu dari anak itu menyadari tingkah anaknya dan hanya memberi pengertian bahwa ayahnya mencari uang agar anak itu bisa menjadi dokter. Namun pengertian ini tak dapat diterima oleh sang anak, sehingga suatu hari dia memecahkan celengannya, lalu menunggu sang ayah pulang hingga larut malam, suatu hal yang bahkan ibunya tak melakukannya. Lalu dengan polos sang anak datang kepada ayahnya yang baru pulang untuk meminta uang sebesar Rp. 5000 namun justru memancing amarah sang ayah yang hanya menyangka anaknya minta uang untuk membeli mainan. Setelah membentak anaknya itu, sang ayah meminta maaf kepada sang anak, dan akhirnya mengetahui bahwa sang anak meminta uang untuk menggenapi jumlah uangnya agar bisa membayar waktu ayahnya untuk bisa bermain dengan dirinya.

Dari cerita itu kita dapat belajar, walaupun masih kecil dan polos seorang anak dapat berpikir untuk membayar sang ayah demi waktu yang sedikit untuk bermain. Mungkin pemikiran ini agak jarang ditemui dalam lingkup seumuran saya, masa remaja yang ingin mencoba segalanya tanpa batasan sehingga orang tua kerap kali menjadi penghalang untuk mendapat keinginan kami sebagai remaja.

Namun dari cerita di atas kita dapat melihat dalam keadaan yang mendesak atau sudah memenuhi diri permasalahan itu maka seseorang bahkan anak kecil akan membuat sesuatu solusi yang kadang tak terduga. Bila dalam kehidupan nyata mana ada seorang ayah yang mengharapkan anaknya untuk membayar dirinya agar dapat bermain. Hal inilah yang membuktikan setiap hal yang terjadi dalam kehidupan kita akan mempengaruhi pikiran, tindakan dan karakter kita terutama dalam proses aktualisasi diri. Dari cerita keluarga memberi peranan yabg cukup besar dalam proses ini, seorang anak kecil dapat berpikir untuk membayar ayahnya, padahal seharusnya dunianya masihlah seputar belajar dan bermain telah dihadapkan dalam masalah seperti itu, pasti akan merubah pola pikirnya.

Karena itu kita sebagai manusia terutama dari kalangan seumuran saya yaitu remaja, diharapkan lebih jeli dalam melihat masalah dan segala kejadian yang terjadi pada diri sendiri ataupun lingkungan karena sadar tidak sadar semua itu akan berpengaruh besar terhadap tingkah laku, pemikiran dan tujuan hidup nantinya.

2 thoughts on “Membeli Waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s