Grafiti Cermin Diri

http://cai.elearning.gunadarma.ac.id/webbasedmedia/video.php?file_video=warna_warni_tembok_grafity.flv

Boomer adalah sebutan para pembuat grafiti, dinamakan seperti itu karena grafiti yang mereka buat mempunyai skala yang cukup besar sehingga tampak sangat kontras di mata yang melihat grafiti tersebut, karena biasanya pra boomer memilih tempat-tempat yang cukup menjolok seperti tiang jembatan layang, tembok terowongan jalan, atau tembok untuk pembatas halaman kosong, cenderung ada tembok kosong langsung diisi grafiti. Film singkat di atas menyorot “Gie” seorang boomer yang begitu mendalami dunia grafiti ini, di mana dia sudah sering berhadapan dengan para penentang grafiti dengan alasan merusak keindahan. Tidak hanya menyorot si Gie film ini juga meminta pendapat pada masyrakat sekitar akan grafiti ini, tentunya ada pendapat yang bermacam-macam ada yang mendukung ada yang  tidak suka ada yang pula yang suka hanya saja tidak suka cara penempatannya yang kadang kurang bagus dan hasil grafiti yang kadang tidak mendidik.

Selain itu terdapat juga komunitas yang dimintai pendapat akan grafiti tersebut yaitu “PALEM EXTREME” yaitu komunitas pencinta BMX dan skateboard, mereka juga sering bergaul pada malam hari layaknya boomer yang sering beraksi pada malam hari. Dan komunitas ini pun sangat mendukung kegiatan para boomer yang mengapresiasikan diri mereka secara bebas dalam seni yang dinamakan grafiti.

Boomer sering dianggap anak berandalan yang tak punya rumah kurang kerjaan yang kerjanya hanya coret-mencoret tembok dengan tulisan atau gambar tak karuan. Padahal seni grafiti adalah seni yang sudah secara resmi diakui secara internasional, IKJ(Institut Kesenian Jakarta) mempunyai mata jurusan yang mengampu seni grafiti ini. Sehingga benar yang dikatakan Gie sang boomer bahwa kurang tepat kalau seni grafiti ini dinyatakan tindakan perusakan, namun memang terkadang para boomer kurang hati-hati dalam memilih tempat pembuatan grafiti ini, namun secara umum seni grafiti sama seperti seni lainnya menonjolkan keindahan.

Para boomer yang dicontohkan oleh Gie telah mempunyai tujuan yang jelas yaitu dengan mengeksperesikan dirinya dengan seni dan cenderung tidak akan merubah tujuan hidupnya tersebut, karena tindakan itu telah dilakukan dengan berulang-ulang dan telah menjadi bagian dari dirinya sendiri, hal ini lah yang dimaksud dengan aktualisasi diri. Namun terkadang tindakan yang kita ambil sering tidak sejalan dengan pikiran orang lain hal inilah yang menyebabkan timbulnya masalah. Dalam kasus boomer ini masyarakat sering tidak setuju dengan adanya grafiti karena dianggap mengotori sedangkan para boomer dan sebagian masyarakat berkata itu adalah hal yang indah, hal semacam ini dapat memacu konflik karena menyangkut hal yang sangat luas.
Karena perlu adanya tindakan pengendalian diri dalam mengembangkan diri kita sendiri agar tidak ada yang merasa terganggu bahkan dapat tercipta suasana saling menguntungkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s