Aku dan Dunia

wuzzz gede amat judulnya maksudnya bukan tulisannya tapi angan-angan yang disajikan saya sebagai penulis melalui judul ini. Benar saya menganggap lingkup dunia sebagai bahasan kali ini. Tidakkah terlalu besar untuk saya yang agak kurang pergaulan ini menulisnya?? Tentu tidak karena semua berawal dari diri sendiri.

Dunia dan diri sendiri adalah 2 tempat yang sama-sama kita tinggali. Diri sendiri kita tinggali?? Tentu saja di dalamnya terdapat pikiranmu, jiwamu, cita-citamu, keinginanu, dan kepribadianmu tanpa semua ini tidak ada yang disebut ‘DIRI SENDIRI” dan tanpa “DIRI SENDIRI” tidak ada dunia.

Ada pepatah mengatakan duniamu adalah dirimu, lalu apa arti dunia sebenarnya. Memang jadi membingungkan mana dunia dalam arti sesungguhnya dan mana dunia yang dimkasud pepatah. Jawabannya adalah tergantung dari kita memandangnya, dunia ini luas sehingga kita tak bisa menjangkau atau dunia ini seluas diri kita hingga kaita bisa menguasainya. Aktualisasi diri lah yang akan menjawab semuanya, atau lebih dikenal dengan pendewasaan diri. Diri menjadi dewasa berarti sudah bisa menentukan pandangan akan berbagai macam hal di hidupnya, sehingga walaupun dia belum pernah mengalamai kejadian yang tiba-tiba dia bisa mengambil keputusan dari prinsip yang telah dia buat selama aktualisasi diri.

Lalu apakah aktualisasi diri selalu menjadi baik, selalu dan sudah semestinya, hanya saja jalan dan kesalahan yang dibuat oleh setiap orang berbeda-beda. Banyak jalan menuju ke roma sangat tepat untuk menggambarkan proses aktualisasi diri.

Selalu proses yang akan menjadi masalah, sebab proses yang ada tidak hanya akan melibatkan diri sendiri tetapi juga orang lain dan berbagai aspek kehidupan. Karena itu aktualisasi diri sering kali mengalami kendala antara lain:
1. tidak ada dukungan yang tepat sehingga ada pemberontakan yang tak masuk akal dan membuat lingkungan terganggu.
2. terlalu didorong sehingga merasa tertekan akan takut tak berhasil.
3. dapat menjadi sombong karena merasa dirinya paling baik, kuat sehingga bersidat menindas yang lebih lemah.
4. menutup pandangan akan pandangan atau pendapat orang lain karena merasa paling benar.
Masih banyak hal yang disebabkan oleh aktualisasi diri entah itu negatif maupun positif. Bila itu positif tentu kita harus mengembangkannya, apabila itu negetif kita harus segera sadar dan membetulkan yang salah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s