Siapakah ‘Kamu’???

Kalau ditanya seperti itu pasti anda akan menjawab dengan nama lengkap atau nama panggilan saja, atau kalau anda termasuk yang narsis biasa menjawab “gue si anu orang yang paling ganteng/cantik seantero rumah gw” atau bla bla lainnya yang menurut sebagian orang gak jelas, gak penting, ganggu, buang-buang waktu kalo dengerin. Tapi apakah orang yang seperti itu yang biasa kita bilang narsis atau kelewat PD, tepat untuk kita bilang seperti itu, kita anggap kaum minor yang konsen lebih menutup kekurangan daripada menonjolkan kelebihan atau malah menonjolkan kekurangan daripada kelebihan?? Lalu bagaimana dengan diri anda sendiri??
Aktualisasi diri adalah proses dari hidup manusia dimana manusia itu menonjolkan siapa dirinya berdasarkan tujuan yang telah dia buat dalam hidupnya. Bisa kita bilang pembuktian diri bahwa dirinya telah mampu menopang diri sendiri dan dapat memberi pengaruh kepada lingkungannya dengan menggunakan skill atau kemampuan yang dia punya.
Saya Enrico Didi Fransman membagi pengalaman kepada pembaca sekalian tentang topik ini yaitu aktualisasi diri. Jujur 18 tahun saya menginjak bumi ini baru saat mengenyam bangku kuliah saya mendengar istilah aktualisasi diri. Setelah dapat tugas saya baru mencari apa artinya dan kasarnya saya mengerti bahwa aktualisasi diri berarti menjadi dewasa dan juga bisa berarti menemukan jati diri.
SMP menurut saya adalah titik balik dimana hidup saya mengalami perubahan, selain itu adalah umur pubertas dimulai itu juga adalah umur dimana saya mulai memaknai diri saya sebagai individu yang harus segera berubah menjadi yang lebih baik dan dapat membuat sesuatu yang baru. Saya mulai merasa ingin diperhatikan sehingga saya masuk pengurus OSIS dan menjadi cukup aktif sehingga seluruh sekolah paling tidak mengenal nama ‘ENRICO DIDI FRANSMAN’. Dan saya juga belajar dengan lebih keras untuk mencapai nilai UAN yang baik agar bisa menjadi lulusan terbaik.
Kemudian masa SMA saya bertemu dengan pergaulan yang lebih luas lagi, orang-orang yang baru saya kenal membawa saya ke pengetahuan yang lebih banyak. Dalam masa ini saya banyak mendapat masukan baik akademis yaitu menentukan jurusan kuliah maupun non akademis seperti tempat nongkrong, pertemanan, pacar dan masih banyak lagi. Kemudian kuliah, pastinya sudah punya banyak rencana tentang apa yang akan dilakukan semasa kuliah bahkan saat lulus nanti. Namun saya belum menemukan sarana yang tepat untuk mencapai tujuan yang saya inginkan.
Dari pengalaman saya itu, dan dihubungkan dengan pembelajaran ‘Aktualisasi Diri’ ini dapat disimpulkan betapa rapuhnya manusia tanpa adanya orang disekitarnya, menjadi tidak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang harus dihindari, apa yang harus dikuasai. Aktualisasi diri menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh diri sendiri dengan bantuan dan pengaruh lingkungan. Karena pasti kemampuan yang kita punya akan kita aplikasikan atau tunjukan kepada lingkungan yang telah kita membentuk kita. Sehingga “Selalu ada pertanggungjawaban akan segala hal yang sudah dilakukan”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s