Banjir Semata Kaki (Semata Kaki di Atap Rumah,Kawan)

Saya sebagai mahasiswa yang telah menempuh kerasnya kehidupan selama 18 tahun sering mendengar lelucon seperti judul di atas terkadang ada yang lebih ekstrim sampai bilang semata kaki di monas (apa jadinya semua warga jakarta ngungsi di atas monas?? hahaha jelas gak mungkin lah ya).

Tapi untuk yang banjir sampai ke atap rumah memang sudah terjadi dan untuk beberapa daerah di musim penghujan sudah terbiasa akan hal ini

Walaupun terlihat dari model rumahnya ini adalah daerah perkampungan namun pada kenyataannya,rumah ini berada di pemukiman pinggiran Jakarta Selatan,jadi benarlah bahwa banjir bisa semata kaki di atap rumah. Lalu di gambar ini diambil di kawasan Pondok Labu saat bulan Februari tahun 2007 dimana musim penghujan mencapai puncak walaupun harusnya sudah mulai musim kemarau.

Dari pendahuluan di atas masalah banjir ini bisa membuat kita membahas hal yang sangat luas yang paling panas pastinya Global Warming,membuat cuaca tak tentu termasuk hujan yang bisa tak henti-hentinya turun.Jadi saya membatasi bahasannya banjir sebagai kesalahan manusia.

Banjir kesalahan manusia??? pasti ada yang menolak mentah-mentah,berpikir benar salah,ada yang langsung mengiyakan.Baik kita tinjau dari beberapa penyebab banjir :

1. MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN : tentunya semua sudah mengetahui,teori yang telah bertahan sejak para pembaca masih SD. Jelas merupakan kesalahan manusia yang membuang sampah terutama anorganik di sungai,aliran air yang jelas membuat air meluap.Sungai menjadi dangkal,selokan tersumbat sehingga air meluap. Dan yang sering tak kita sadari adalah membuang sampah di tanah lapang, lahan kosong sedikit tak ada yang mengawasi sekejap menjadi tempat pembuangan sampah sementara,sehingga air hujan tak punya lahan lagi untuk terserap.

2. TAK ADA DAERAH RESAPAN : semua gedung, semua mall, semua pasar swalayan, sejauh mata memandang hanya ada aspal,beton, dan sedikit pohon hanya sebagai formalitas jalur hijau. Banyak lahan yang harusnya dijaga sebagai tanah resapan air hujan malah ditutupi beton sehingga air hujan bukannya diserap malah tumpah ruah ke jalan yang pastinya aspal, kan ada selokan dan sungai?? kan sudah ada diatas sungai dan selokan sudah dijejali sampah.

Bisa dilihat yang tanah yang mana pohon dan yang mana beton,batu bata.

3. BANJIR KIRIMAN : alasan ini baru saya dengar saat saya berumur 10 tahun,ketika saya menginap di rumah saudara daerah Rawalumbu,Bekasi Timur,saat itu hanya gerimis sedikit namun sungai buatan yang ada tepat diatas rumah saudara saya meluap. Baru saya dengar istilah ini,kalau warga Jakarta yaa menyalahkannya banjir kiriman Bogor, padahal sama saja kalau sungai,saluran air yang ada di Jakarta lancar seharusnya air dapat mengalir sampai sejauh lautan, dan kembali lagi sungai dan saluran air sudah rusak dirusak oleh manusia sendiri.

4. TAK ADA POHON : dari beberapa faktor di atas kita hanya membahas daerah Jakarta saja,padahal daerah lain banyak yang mengalami banjir, bahkan banjir bandang (banjir bandang adalah banjir yang diikuti material seperti lumpur ataupun tanah,biasa terjadi pada dataran rendah dibawah gunung/lembah). Pohon terutama akarnya berfungsi sebagai pengikat tanah sehingga tanah dapat tetap stabil dan dapat menahan curahan debit air yang ada. Sekarang apabila tak ada pohon maka tanah tak stabil sehingga mudah digerus oleh air dan terjadilah banjir. Dalam tahap kegundulan pohon yang parah curah hujan sedikit dapat membuat banjir bandang yang parah

Banjir Bandang yang terjadi di Wasior Papua 2010 lalu, dapat dilihat masih terdapat pohon-pohon disana namun karena keberadaannya yang sedikit tanah tetap tak dapat menahan debit air yang ada.
Kerusakan akibat banjir bandang juga mengenai pepohonan yang lain sehingga kembali merusak pohon-pohon penstabil tanah maka daerah itu kembali rentan akan banjir susulan.

Itu adalah sebagian dari faktor-faktor penyebab banjir dan tak dapat dipungkiri tangan manusia lah yang membuat semua itu terjadi.
Lalu bagaiamana memperbaikinya?? Jelas dengan membuat tindakan berlawanan dengan faktor penyebab bencana yang ada, seperti membuaang sampah pada tempatnya, memperluas daerah resapan air dan masih banyak lagi.

Namun kerusakan yang ada sudah sangat parah?? Hanya parah bukan tak bisa diperbaiki, semua faktor penyebab banjir adalah berkaitan sehingga kita membutuhkan seluruh kesadaran lapisan masyarakat dari kecil hingga kaum atas semua harus gotong royong menutupi faktor penyebab banjir yang ada sehingga tidak terjadi keteledoran berakibat fatal bagi kita semua.

Tampak terlalu besar namun dapat kita mulai dari diri kita sendiri dalam menjaga lingkungan,sehingga banjir semata kaki dapat terjadi benar-benar semata kaki saat kita berada di permukaan yang rendah bukan di atap rumah apalagi atap gedung seperti judul posting ini.

Terima Kasih telah membaca.Semoga Berguna.

Sumber Gambar : http://www.google.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s